Website Sekolah Media Belajar Online Yang Terlupa

Salam Semangat. Sahabat pasti pernah mendengar istilah WEBSITE SEKOLAH. Sempat booming, namun kemudian kembali surut. Pada posting ini, diulas tentang “Website Sekolah Media Belajar Online Yang Terlupa“. Sehingga, pastikan untuk membaca tuntas artikel ini sampai habis, biar tidak gagal paham.

Baca juga artikel terbaru YSOW tentang Cara Menginstal Website YSOW Sangat Mudah dan Peserta Didik Wajib Belajar Online Di Tahun 2020.

Website Sekolah Media Belajar Online

Perkembangan Website Sekolah

Website sekolah mulanya dipergunakan untuk keperluan jejak digital di internet atau sarana promosi digital, kemudian dikembangkan lebih lanjut untuk PPDB online. Selanjutnya website sekolah mengalami perkembangan ke di dalam pelayanan pendidikan yang menghubungkan guru, peserta didik, dan wali murid.

Namun ada satu pengembangan lagi yang belum teraplikasikan dengan baik, yaitu online learning. Dalam wabah virus Corona, para aktifis pendidikan beramai-ramai menggunakan berbagai platform seperti ruangguru atau zenius. Seakan melupakan bahwa sekolah juga memiliki platform sendiri yang tersemat di website sekolah.

Website Sekolah Bukan Situs Berita

Banyak pemahaman yang terbelokkan ketika berbicara tentang website sekolah. Kebanyakan berpandangan bahwa website sekolah merupakan Situs Berita seperti Jawa Pos, Flores Pos, atau Detik.com yang hanya untuk dibaca (bersifat statis). Dan kebergunaannya hanya terkait pencitraan atau meningkatkan nama saja.

smanda Website Sekolah Media Belajar Online Yang Terlupa

Padahal KEMDIKBUD secara langsung memberikan teladan bahwa sebuah website bisa berubah menjadi sebuah aplikasi yang membantu banyak orang, sebut saja RUMAH BELAJAR. Atau sebut saja TOKOPEDIA (mantan tempat kerja Mendikbud Nadiem Makariem), ini adalah website sekaligus aplikasi, sering disebut Web App. Dapat diakses dari semua HP Android.

Faktor Penyebab Tidak Berkembangnya Website Sekolah

(1) Tidak ada SDM. Dalam urusan pengembangan IT sekolah, maka akan merujuk pada guru TIK. Eits, bukannya guru tugasnya mengajar yah? bukankah guru TIK bukan developer? Benar, sekali. Sehingga mayoritas sekolah akan bersepakat “tidak ada SDM“.

(2) Tidak ada di Program Sekolah. Kebanyakan sekolah yang memiliki dana terbatas akan lebih memprioritaskan untuk pengembangan fisik atau pengadaan guru. Dan hal lain seperti website sekolah akan diabaikan.

(3) Salah memilih CMS. Kebanyakan website sekolah menggunakan CMS yang dukungannya tidak jelas. Sehingga ekosistem pengembangan tidak dapat berlangsung dengan baik. Berbeda dengan CMS seperti WordPress, yang didukung dan digunakan 35% webmaster di dunia. Pengembangan jelas, dengan munculnya berbagai plugin kreatif dari berbagai penjuru bumi.

Kesimpulan

Kesimpulan uraian di atas adalah Website Sekolah menjadi terlupakan karena minim dukungan dan pengembangan. Terima kasih telah membaca artikel “Website Sekolah Media Belajar Online Yang Terlupa” hingga tuntas. Semoga bermanfaat untuk sahabat pembaca. Namun, apabila merasa tidak puas atau sangat mendukung artikel ini, silahkan meninggalkan pesan di kolom komentar atau meninggalkan komentar di chat.

About Yan Surachman 35 Articles
Belajar adalah cara terbaik untuk memperbaiki hidup. Setiap kesalahan yang dibuat kemarin, sebisa mungkin dihindari hari ini. Sehingga besok menjadi hari yang lebih baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*