Status Facebook, Banyak LIKE Sedikit Baca

Apa kabar sahabat YSOW? Semoga sahabat semua sedang beruntung dan bahagia. Saya memiliki satu topik yanglayak untuk didiskusikan. Saya menyoroti media sosial paling populer tahun 2020, yaitu Facebook. Ada apa dengan FB? Tidak ada yang slaha dengan Facebook (FB), namun ada sebuah fenomena yang cukup unik yaitu LIKE dan READ (baca). Sehingga saya memberi judul artikel kali ini Status Facebook, Banyak LIKE Sedikit Baca.

Baca juga artikel menarik berjudul Guru Mengelola Blog Pribadi, Ada Suka Duka Disitu dan Pengalaman Menjadi Blogger Pendidikan Selama 8 Tahun.

Status Facebook Tidak Berbobot

Berteman Fiktif

Tim FB merancang website sedemikian rupa supaya satu dengan yang lainnya dapat saling mengetahui kabar. Kabar siapa? yaitu kabar dari teman-teman yang benar mengenal kita. Ketika benar mengenal akun terkait, maka akan ada komunikasi aktif antar pengguna berupa komentar atau bertukar ide.

Satu orang, normalnya memiliki 1000-an teman yang benar-benar saling kenal. Namun kenyataannya, satu orang dapat berteman hingga 3000-an pengguna. Apakah mereka benar-benar saling kenal? Jawabannya TIDAK. Sehingga berlaku peribahasa TAK KENAL MAKA TAK SAYANG.

Pengguna Tidak Membaca Status Faceboook

Karena pertemanan semu dalam Facebook, maka hanya sedikit perhatian pada status- status beranda yang muncul. Wow, terlebih lagi jika jumlah teman lebih dari 2000-an maka akan ada 2000 status yang menunggu untuk dibaca setiap harinya. Padahal, manusia normal hanya akan memberikan perhatian kepada 20-an status facebook saja per hari. Kebayang gak sih ??

Status Hanya Sekedar Curahan Hati

Facebook adalah tempat sampah. Ya, tempat sampah bagi jutaan curahan hati seseorang yang tidak memiliki tempat. Ujung-ujungnya, facebook hanyalah perangkat penyimpanan teks yang kemudian dapat mengingat kembali peristiwa 2 atau 10 tahun yang lalu. Begitu, seterusnya.

Saya memikirkan sahabat YSOW pun sependapat. Netizen atau Facebookers indonesia tidak terlalu peduli dengan status yang tertulis (tidak mau membaca lengkap). Sehingga jumlah “like” Facebook kurang representatif menggambarkan minat netizen. Pembaca boleh menuliskan komentar pada kolom yang tersedia jika memiliki pendapat berbeda.

About Yan Surachman 132 Articles
Belajar adalah cara terbaik untuk memperbaiki hidup. Setiap kesalahan yang dibuat kemarin, sebisa mungkin dihindari hari ini. Sehingga besok menjadi hari yang lebih baik.

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*