SMPN 1 Lewolema Jaga Kesehatan Peserta Didik

Sangat Ingin Tatap Muka

Pada prinsipnya, warga SMPN 1 Lewolema sangat merindukan pembelajaran normal dan juga menjaga kesehatan peserta didik. Bahkan sekolah sudah menyiapkan jadwal pembelajaran normal dan jadwal pembelajaran shift untuk peserta didik. Orang tua/wali murid pun juga mendambakan hal serupa. Hal tersebut nampak pada pembagian rapor semester gasal yang berlangsung Desember tahun lalu.

Surat Edaran Bupati Flores Timur Jaga Kesehatan Peserta Didik

Demi menjaga kesehatan warga Flores Timur dari pandemi COVID-19, maka terbit surat edaran Bupati Flores Timur nomor PKO420/03/PSD-SMP.1/2021. Dalam edaran tersebut, secara jelas tertera bahwa pembelajaran tatap muka belum bisa dilaksanakan. Pembelajaran masih menggunakan daring atau luring.

SMPN 1 Lewolema sebagai salah satu sekolah negeri yang bernaung pada Pemda Flores Timur, melaksanakan edaran dari bupati tersebut. Secara nyata SMPN 1 Lewolema menginginkan peserta didik tetap sehat, walaupun beberapa hari terakhir COVID-19 sedang menggoda Larantuka dan sekitarnya.

Sebagai langkah awal, sekolah melakukan sosialisasi terkait edaran Bupati Flores Timur melalui surat kepada wali murid. Selanjutnya diikuti oleh rapat guru untuk menyepakati cara pembelajaran.

Modul dan Kunjungan Rumah

Modul dan LKPD menjadi alternatif bagi peserta didik selama Belajar Dari Rumah. Cara ini menjadi pilihan karena tingkat literasi digital peserta didik yang masih rendah. Hampir semua peserta didik memiliki android dalam keluarga. Namun ketersediaan perangkat ini tidak berbarengan dengan jangkauan GSM di rumah peserta didik. Tantangan lain adalah ketersediaan kuota data untuk menunjang cara daring. Belum lagi peserta didik yang belum familiar dengan zoom atau Google Classroom.

Jangkauan zonasi SMPN 1 Lewolema meliputi lima desa. Tiga desa masih terjangkau sinyal GSM, dan dua desa belum terjangkau secara baik. Wilayah Mudakeputuk, Tiwatobi, Waimana I, dan Waimana II, peserta didiknya sudah mulai mengenal beberapa aplikasi android. Sementara Welo dan Belogili, masih kesulitan sinyal. Demi kesamaan pelayanan pendidikan pada peserta didik, maka Modul dan Kunjungan Rumah menjadi solusi.

Tinggalkan komentar