Perhubungan Laut Larantuka Sebagai Jantung Transportasi

Perhubungan Laut Dan Wilayah Kepulauan

Sangat cocok apabila Flores Timur memilih perhubungan laut sebagai moda transportasi penting. Dalam istilah lain Perhubungan Laut Larantuka Sebagai Jantung Transportasi masyarakat. Flores Timur adalah kabupaten kepulauan yang terdiri dari tiga pulau utama yaitu Pulau Flores, Pulau Adonara, dan Pulau Solor.

Pelabuhan Laut Flores Timur

Flores Timur memiliki satu pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Laut Larantuka. Pelabuhan sekelas feri terdapat di Waibalun, Menanga, Lamakera, Waiwerang, Boleng. Mendukung pelabuhan besar, pelabuhan perintis juga tersebar di Pantai Palo, Tanah Merah, Tobilota, Pamakayo, Ritaebang, Podor-Lewohedo, Lohayong.

Pelabuhan Larantuka adalah pelabuhan terbesar. Pelabuhan ini mampu menampung kapal kayu, kapal barang, dan kapal penumpang (feri atau pun Pelni). Kapal kayu antar pulau selalu tersedia dari pagi hingga sore hari, melayani tranportasi ke Adonara, Solor, dan Lembata. Kapal barang dapat sandar di bagian kanan pelabuhan, bercirikan tersedianya crane dan tumpukan peti kemas. Umumnya mereka berlabuh setelah dari Surabaya, Makassar, dan Kupang. Pada sisi kiri pelabuhan, adalah tempat kapal feri swasta dan kapal PELNI sandar. Kapal feri swasta yang biasa sandar adalah KM Cantika Lestari 9E dengan trayek Lembata Larantuka Kupang. Sementara kapal PELNI yang biasa singgah adalah KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, dan KM Umsini. Jenis kapal Tol Laut juga singgah, antara lain KM Sabuk Nusantara 85 dan KM Sabuk Nusantara 101.

Pelabuhan sebagai sentral Perhubungan Laut Larantuka juga bertambah meriah dengan hadirnya beberapa kapal cepat dengan tujuan Waiwerang dan Lembata. Banyaknya kapal yang hilir mudik membuat pelabuhan ini tak pernah sepi. Pelabuhan menjadi sepi saat musim angin dan gelombang besar, sekitar bulan Januari-Februari.

Tinggalkan komentar