Literasi Keuangan, Urgent Dalam Belajar IPA

Literasi keuangan merupakan salah satu pokok dari Gerakan Literasi Nasional yang sedang dijalankan pemerintah. Literasi Keuangan atau dikenal juga dengan Literasi Finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

tokopedia hilal edustore

OJK (otoritas Jasa Keuangan) merupakan pionir penting dalam sosialisasi literasi di bidang keuangan di Indonesia. OJK sendiri merupakan lembaga Negara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan baik di sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank seperti Asuransi, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya. Dengan kata lain, melalui OJK, masyarakat bisa memperoleh banyak informasi masalah keuangan. Informasi tersebut dapat dilihat di website resmi ojk yaitu
https://www.ojk.go.id/ dan bisa juga melaui sosialisasi/infografis seperti gambar berikut.

infografis literasi keuangan

Belajar IPA Perlu Biaya

Belajar merupakan sebuah proses yang tidak terlepas dari dukungan biaya keuangan. Biaya menjadi hal realistis karena bahan untuk belajar juga ternyata perlu didatangkan dari pihak lain. Secara kasar, saya membagi kebutuhan belajar IPA mandiri menjadi dua yaitu:

  • Barang/Jasa Belajar Gratis: yaitu segala macam barang/jasa yang diperlukan dalam proses belajar IPA yang dapat diperoleh secara cuma-cuma. Dalam kategori ini adalah barang yang bisa dipinjam dari pihak lain (misal peralatan lab) dan barang yang tersedia dalam jumlah melimpah (misal rerumputan, bunga).
  • Barang/Jasa Belajar Berbayar: yaitu segala macam barang/jasa yang diperlukan dalam proses belajar IPA yang hanya dapat diperoleh dengan cara membayar. Dalam hal ini adalah tutorial/kursus dari ahli IPA dan pembelian aneka barang pribadi untuk belajar IPA (misal buku, pensil, HP, Drone).

Literasi Keuangan Untuk Belajar IPA

Literasi Keuangan merupakan sarana untuk melakukan manajemen keuangan dalam belajar IPA secara mandiri. Barang yang diperlukan namun berbayar harus ditangani secara baik supaya proses belajar IPA menjadi terkendali dan tidak merugikan. Walaupun sebagian ekonom berpendapat bahwa belajar merupakan salah satu jenis investasi yang tidak terlihat, namun akan sangat baik jika pembiayaan proses belajar tidak mengganggu kebutuhan primer lainnya. Berikut ini merupakan contoh penanganan kebutuhan belajar IPA Mandiri berbayar:

  • Bekerjasama dengan pihak lain yang sama-sama belajar IPA. Cara ini dapat menekan biaya pengeluaran belajar IPA mandiri karena proses saling melangkapi antar pelajar. Misalnya Si A punya kamera dan Si B punya buku tentang tumbuhan, maka si A akan mengalami penghematan pengeluaran buku dan si B juga terhindar dari biaya beli kamera.
  • Berjualan untuk mendapatkan keuntungan. Biaya belajar IPA juga bisa ditutupi dengan jalan berdagang. Seperti yang diketahui umum, berdagang merupakan arena bebas untuk meraup untung. Keuntungan dari berdagang ini dapat dialokasikan membeli barang kebutuhan belajar IPA yang berbayar.
  • dan cara lainnya, yang dikreasikan sesuai dengan kondisi masing-masing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven + eighteen =