Kangen Kabupaten Pasuruan Wilayah Santri Santun

Rasa Rindu Tiba

Sudah lima tahun merantau ke Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Tentu sudah berkunjung kesana dan kemari di wilayah ini. Akhirnya rasa kangen kampung halaman pun tiba. Kangen Kabupaten Pasuruan, itulah istilah yang tepat untuk mengungkapkan kerinduan perantau asal Kabupaten Pasuruan. Mengapa demikian rindu? Ada dua alasan penting yang menjadi dasar yaitu sanak keluarga dan destinasi. Alasan sanak keluarga menggambarkan bagaimana pentingnya keluarga bagi seorang perantau. Bahkan ada seorang yang rela merantau demi keluarga. Alasan destinasi menggambarkan bagaimana kenangan terhadap lingkungan tertentu sangat berpengaruh pada psikologi manusia.

Dua Destinasi Bikin Kangen Kabupaten Pasuruan

Masjid Cheng-Ho Pandaan Kabupaten Pasuruan

Sebuah masjid berarsitektur China berdiri gagah di dekat Terminal Pandaan, salah satu kecamatan teramai di Kabupaten Pasuruan. Dengan warna dominan merah, hijau, dan kuning, masjid ini menjadi destinasi penting karena telah berkembang menjadi area wisata komplit. Terdapat restaurant, pusat oleh-oleh, tempat santai, dan tempat latihan umroh/haji. Pada musim-musim tertentu, ada festival durian di area ini.

Alun-Alun Bangil Pusat Kabupaten Pasuruan

Alun-alun adalah pusat sebuah wilayah kota/kabupaten berupa lapangan yang memiliki nilai historis bagi wilayah tersebut. Bangil adalah kota kecil di Jawa Timur yang sejak dulu menjadi pusat perdagangan sekaligus persebaran agama Islam di tanah Pasuruan. Banyak habib, ulama, dan santri saling bertukar ilmu religi mulai ratusan tahun silam. Tak heran, di dekat Alun-alun Bangil berdiri kokoh masjid sebagai sentra dakwah Islam. Seperti perlambangan aktifitas dahulu hingga sekarang, kini alun-alun Bangil pun dikelilingi oleh masjid dan pusat perdagangan.

Tindak Lanjut Kangen

Cepat atau lambat, seorang perantau pasti pulang ke kampung halamannya. Hal itu yang menjadi semangat terus beraktifitas yang terbaik. Sebagai masyarakat yang tumbuh di kabupaten santri, maka suasana pesantren sangat menggugah rindu. Suara adzan yang saling bersahutan menjadi ciri khas wilayah Kabupaten Pasuruan.

Tinggalkan komentar