Bunga Kaliandra (Calliandra surinamensis, Benth)

Kaliandra (genus Calliandra) sering dikenal dengan Kalendra atau Lamantoro merupakan sebuah genus dalam suku Mimosaceae (Tjitrosoepomo, 2010: 204). Ilmuwan lain bisa mengelompokkannya dalam suku Leguminoceae atau pun Fabaceae. Genus ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias atau tanaman penghijauan. Tanaman ini mudah ditemukan di Indonesia, karena habitatnya memang di daerah tropis.

tokopedia hilal edustore

Calliandra surinamensis relatif mudah ditemui, namun tidak semua masyarakat mengetahui jatidiri-nya secara ilmiah. Sebutan daerah untuk tanaman ini lebih populer dibandingkan nama latinnya. Hal ini dikarenakan nama ilmiah tumbuhan memang jarang dipergunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Identifikasi Calliandra surinamensis

Observer mulanya tidak mengetahui nama latin dari sampel. Sampel ditemukan di halaman SMPN 1 Lewolema sebagai tanaman hias, dengan nama lokal Lamantoro. Observer menggunakan aplikasi Android berbayar PlantSnap untuk membantu mengidentifikasi sampel tersebut. Hasil identifikasi menyatakan bahwa sampel identik dengan Calliandra surinamensis.

Tumbuhan sampel Calliandra
Salah satu tumbuhan sampel yang diamati observer

Observer kemudian melakukan pengecekan ulang menggunakan Google dan Wikipedia, karena keterbatasan referensi buku. Gambar tanaman hasil pencarian “Calliandra surinamensis” serupa dengan sampel, terlebih pada organ bunga. Sehingga observer merasa yakin bahwa sampel tumbuhan tersebut benar-benar Calliandra surinamensis.

Ciri Morfologi

Calliandra surinamensis, berupa perdu dengan daun-daun menyirip majemuk ganda. Bunga berbentuk banci aktinomorf dengan jumlah kelopak 5 buah. Merupakan bunga majemuk yang terlihat seperti bunga tunggal. Dalam satu bonggol terdapat hingga 30 bunga, dengan dua bunga dibagian tengah memiliki bagian bunga yang berbentuk mirip terompet.

Bunga majemuk Calliandra surinamensis
Bunga majemuk pada Calliandra surinamensis

Setiap bunga memiliki 12 benang sari dan 1 putik. Kelopak bunga berwarna hijau, tangkai sari berwarna putih dan merah muda dibagian ujung. Putik memiliki tangkai yang berwarna lebih merah dibandingkan benang sari. Putik terletak di tengah dan dikelilingi oleh benang sari.

Polinasi Dan Bentuk Polen Calliandra

Polinasi (penyerbukan) pada Callendra surinamensis berlangsung dengan bantuan serangga. Serangga yang sering berada di sekitar sampel antara lain tawon, kumbang, dan semut. Polinasi berbantuan tawon/kumbang terjadi karena kepakan sayap. Sedangkan pada semut, terbawa oleh bagian tubuh semut. Kepala putik memiliki bagian yang lengket, sehingga polen yang keluar dari kotak sari mudah menempel.

Semut dan Entomogami pada Calliandra surinamensis
Semut berkeliaran di sekitar bunga Calliandra surinamensis

Dari puluhan bunga yang ada dalam bonggol, hanya sedikit yang mengalami polinasi dan pembuahan. Sampel yang diperiksa observer menunjukkan bahwa bakal buah yang berkembang dalam satu bonggol berjumlah 1-4 saja, dari sekitar 30-an bunga. Bahkan juga ditemukan bunga yang tidak berkembang membentuk buah dan biji.

Bonggol bunga Calliandra
Dalam satu bonggol bunga menghasilkan 1-4 buah atau tidak sama seakali

Macam polinasi pada Calliandra surinamensis yang mungkin adalah polinasi sendiri atau polinasi tetangga. Polinasi sendiri adalah polen yang jatuh di kepala putik berasal dari benang sari pada bunga yang sama. Sementara polinasi tetangga adalah polen yang jatuh di kepala putik berasal dari benang sari bunga tetangga yang masih satu tanaman. Berdasarkan pengamatan observer, pada satu benang sari dapat dihasilkan sekitar 8 kumpulan polen.

Polyad polen Calliandra surinamensis
Tipe polen polyad pada Calliandra surinamensis

Polen yang dihasilkan Leguminosae adalah polyad (Nugroho, 2014:10). Lebih lanjut Halbritter dkk (2018:145) menjelaskan dengan gambar polyad pada Calliandra. Polyad berwarna kuning dengan bentuk lonjong meruncing di salah satu kutub. Permukaan polen sulit damati karena keterbatasan alat, sehingga observer tidak bisa menentukan pola ornamen pada eksin polen.

“Bantu penulis untuk membeli mikroskop dan peralatan observasi lainnya dengan cara membeli produk di Hilal Edustore (https://www.tokopedia.com/hilaledustore)”

Referensi Tulisan

[1]Tjitrosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. [2]Halbritter, Heidemarie dkk, 2018. Illustrated Pollen Terminology. Switzerland: Spinger International Publishing AG. [3]Nugroho, Hari Septiono. 2014. Karakteristik Umum Polen Dan Spora Serta Aplikasinya. Jurnal: Oseana Volume XXXIX No 3

2 thoughts on “Bunga Kaliandra (Calliandra surinamensis, Benth)”

  1. Bang reques ulasan tanaman yg dalam bahasa lokal disebut keroko. Tanaman jenis perdu ini cukup banyak ditemui, getahnya biasa dipakai sebagai antiracun kalajengking, kelabang dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 16 =