Belajar Daring Lebih Kaya Sumber Belajar

Salam Semangat. Sahabat pasti akrab dengan istilah Belajar Daring. Dikarenakan wabah Corona, moda pembelajaran ini lebih populer hingga pelosok Nusantara. Sebelumnya memang sudah ada, namun masih terbatas pada kota besar. Pada posting kali ini, diulas tuntas tentang “Belajar Daring Lebih Kaya Sumber Belajar“. Sehingga, pastikan untuk membaca tuntas artikel sampai habis, biar tidak gagal paham.

Baca juga artikel terbaru Indomangga tentang Cara Mengerjakan Tugas Dan PR IPA Sendiri dan Cashflow Kuadran Di Jenjang SMP Penting Diperkenalkan.

Tipe Belajar Daring

Belajar Daring Melalui Platform

Akhir-akhir ini melejit nama Ruangguru, Zenius, Quipper sebagai solusi belajar di rumah. Belajar di rumah adalah kebijakan yang diambil dengan memperhatikan pandemi Corona dan kebutuhan belajar anak. Tentu kebijakan ini berbeda dibanding dengan kebiasaan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga sempat terjadi pro dan kontra di awal pelaksanaannya.

Belajar Daring Lebih Kaya Sumber Belajar

Nah, aplikasi Ruangguru, Zenius, Quipper dan semacamnya, inilah yang disebut dengan platform belajar di rumah. Platform adalah aplikasi berbasis jaringan yang didesain sedemikan rupa, sehingga pengguna seakan-akan belajar dalam sebuah kelas virtual. Tentu di dalam platform sudah tersedia fitur bertanya pada tutor, diskusi dengan teman, sumber belajar, dan tugas terstruktur.

Kelebihan belajar daring platform adalah terjadi interaksi dua arah anatara pelajar dengan pelajar dan pelajar dengan tutor. Tugas dan sumber belajar sudah terorganisir. Kelemahan, biasanya platform mematok harga untuk pelayanan ini. Tentu itu diluar biaya kuota yang dikeluarkan.

Belajar Daring Berbantuan Rencana Belajar

Belajar daring berbantuan rencana belajar adalah mengakses sumber belajar, grup diskusi, berdasarkan target belajar yang sudah ditentukan. Pelajar secara disiplin melaksanakan rencana belajar yang telah disusun. Perlengkapan yang diperlukan untuk belajar tipe ini adalah Google Search, Youtube, Buku Sekolah Elektronik, dan media sosial untuk berdiskusi.

Kelebihan Belajar Daring Berbantuan Rencana Belajar adalah murah, hanya membayar kuota internet. Bersifat lebih bebas dibandingkan platform. Kelemahan, kontrol pelajar lebih longgar. Sangat bergantung pada kedisiplinan pelajar dalam mencapai target.

Belajar Daring Lebih Kaya Sumber Belajar

Perpustakaan Tidak Merata

Perpustakaan adalah tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dan sebagainya. Keberadaan perpustakaan sangat penting untuk meningkatkan literasi masyarakat. Namun, pentingnya keberadaan perpustakaan tidak berbanding lurus dengan ketersediannya di masyarakat. Bahkan dalam sebuah kecamatan, sering tidak ditemukan adanya perpustakaan. Adapula yang memiliki gedung namun belum memiliki koleksi yang mencukupi.

Salah satu bentuk inovasi dari perpustakaan adalah Perpustakaan Digital. Perpustakaan Digital diharapkan mampu menyediakan bacaan gratis dan bermutu bagi masyarakat. Namun, masih sedikit yang mampu menyedikan bacaan gratis karena terbentur dengan hak cipta dan biaya pengelolaan perpustakaan digital.

Sehingga dapat diambil kesimpulan, bahwa saat ini perpustakaan baik digital maupun riil, belum mencukupi kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terbatas.

Buku Sekolah Elektronik VS Buku Cetak

Dengan uang Rp. 100,000,- berapakah jumlah buku cetak yang bisa didapatkan? 3-5 buku. Berapakah jumlah buku sekolah elektronik dengan membeli Kuota Internet seharga Rp. 100.000 ? Dengan 8 GB saja sudah bisa didapatkan 40-an BSE. Sangat jauh berbeda. Berdasarkan perbandingan tersebut, Buku Sekolah Elektronik dapat dengan mudah dikoleksi dan dipelajari. Namun, memiliki syarat bahwa seluruh daerah sudah teraliri listrik dan terjangkau jaringan internet.

Belajar Daring Sebagai Efek Budaya Masyarakat

Awalnya, belajar daring di Indonesia hadir sebagai solusi bagi sekelompok orang yang ingin belajar namun jauh dari sekolah/institute/kampus. Pada era tersebut, belajar daring hanya dilakukan oleh lembaga resmi tertentu. Beberapa lembaga pegiat belajar daring terkemuka adalah SEAMOLEC dan Universitas Terbuka.

Seiring perkembangan daerah perkotaan yang semakin sibuk. Belajar daring kemudian berevolusi, mengalami perluasan fungsi, menjadi solusi belajar bagi orang sibuk dengan rutinitas padat. Pekerja kota yang sibuk dapat melakukan pengembangan diri disela jam kerja. Belajar daring ini memberikan keleluasaan waktu yang lebih.

Sekarang, belajar daring menjadi solusi atas wabah Corona yang sedang pandemi. Platform belajar daring pun berlomba menyempurnakan platform masing-masing. Dan uniknya, dalam wabah Corona, lembaga pendidikan pun memiliki tuntutan pelayanan pembelajaran digital. Apakah ini akan memunculkan sekolah dengan pelayanan pembelajaran 24 jam? Admin jelas tidak tahu.

Belajar Klasikal VS Belajar Daring

Berikut ini perbandingan belajar klasikal dan belajar daring, berdasarkan beberapa sumber dan pengalaman admin. Sebelum membandingkan, yang dimaksud belajar klasikal disini adalah belajar dalam kelas sebagaimana terjadi di sekolah. Belajar daring adalah serangkaian kegiatan belajar sebagaimana dilakukan platform.

KlasikalDaring
Sumber BelajarBuku cetak, PPT, Video, Alam sekitar. (bergantung pada kelengkapan sekolah)Buku Digital, Video, PPT (pasti ada dan sangat bervariasi)
Waktu BelajarDitentukanDitentukan dan Bebas
PengulanganTidak AdaAda, dalam bentuk digital
Jumlah PengajarUmumnya satu per kelasSatu atau lebih
Pola InteraksiDua arahDua Arah
Diskusi Antar PelajarTerjadiTerjadi
Sistem EvaluasiManual/Semi otomatisOtomatis
Laporan NilaiCepatSangat Cepat

Belajar Daring Tidak Menggantikan Belajar Klasikal

Dalam upaya membentuk karakter pelajar yang baik, belajar klasikal tidak dapat digantikan. Motivasi, pengalaman emosi, reward and punishment, serta kebersamaan sosial adalah aspek yang tidak terjangkau oleh belajar daring.

Pengalaman admin pun juga mengindikasikan belajar terbaik adalah klasikal berbantuan daring. Kekayaan sumber belajar daring dapat melengkapi pengalaman sosial dalam belajar klasikal.

Kesimpulan

Kesimpulan uraian di atas adalah kegiatan belajar harus tetap dilakukan baik klasikal maupun daring. Adapun yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan jaringan untuk melakukan belajar yang bersifat daring. Dan belajar daring tidak menggantikan belajar klasikal, dikarenakan belum menjangkau aspek karakter.

Terima kasih telah membaca artikel “Belajar Daring Lebih Kaya Sumber Belajar” ini hingga tuntas. Semoga bermanfaat untuk sahabat pembaca. Namun, apabila merasa tidak puas atau sangat mendukung artikel ini, silahkan meninggalkan pesan di kolom komentar.

About Yan Surachman 129 Articles
Belajar adalah cara terbaik untuk memperbaiki hidup. Setiap kesalahan yang dibuat kemarin, sebisa mungkin dihindari hari ini. Sehingga besok menjadi hari yang lebih baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*